Berita

Workshop Persiapan Konsorsium Sapi Potong Percepatan Penyediaan Bibit dan Bakalan Sapi Potong (Angka Kelahiran ≥ 70% untuk Peningkatan Bobot Potong ≥ 400 Kg)

Workshop persiapan konsorsium sapi potong percepatan penyediaan bibit dan bakalan sapi potong (angka kelahiran ≥ 70% untuk peningkatan bobot potong ≥ 400 kg), telah dilaksanakan selama satu hari p...
Selengkapnya...

DUA PROPOSAL PROGRAM INSENTIF PENELITI DAN PEREKAYASA BPTP-NTT TAHUN 2010, LOLOS SELEKSI KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI

Dua Proposal Program Insentif Peneliti dan Perekayasa yang diusulkan oleh peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-NTT, yaitu Dr. Jacob Nulik dan Ir. Charles Y. Bora, M.Si lolos selek...
Selengkapnya...

BPTP-NTT tindak lanjut MOU dengan Pemda NTT

  Kepala BPTP-NTT, Dr.Ir. Joko Triastono menyampaikan rencana Tindak Lanjut Nota Kesepahaman (MOU) di depan Gubernur NTT.  Pemaparan Kepala BPTP NTT tersebut disampaikan pada acara Audiensi ...
Selengkapnya...

NTT Dapat Alokasi Pupuk 33 Ribu Ton

Menteri Pertanian mengalokasikan pupuk urea bersubsidi sebanyak 33 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim tanam 2010. Pada 2010, NTT mendapat alokasi pupuk da...
Selengkapnya...

Info Teknologi

"Agricultural Climate Setting" Untuk Generasi Muda

article thumbnail

Oleh: Dea Christina J.I.S, S.TP
Sulit dimengerti kenapa dunia pertanian terasa begitu asing bagi para generasi penerus bangsa. Padahal background negara yang merupakan salah satu negara Agraris yang s [ ... ]


Beternak Sapi Brahman Cross Yang Baik

article thumbnail

Sapi Brahman berasal dari India. Sapi ini juga berkembang dengan baik di luar India, seperti Australia. Bahkan, para pembibit sapi di Australia melakukan persilangan sapi Brahman dengan bangsa sapi la [ ... ]


Teknologi Lainnya ..

Selamat Datang di Web Site BPTP Nusa Tenggara Timur

Workshop Persiapan Konsorsium Sapi Potong Percepatan Penyediaan Bibit dan Bakalan Sapi Potong (Angka Kelahiran ≥ 70% untuk Peningkatan Bobot Potong ≥ 400 Kg)

Berita

Workshop persiapan konsorsium sapi potong percepatan penyediaan bibit dan bakalan sapi potong (angka kelahiran ≥ 70% untuk peningkatan bobot potong ≥ 400 kg), telah dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 9 Maret 2010 di Grati, Pasuruan, Jawa Timur bertujuan untuk melakukan identifikasi permasalahan dalam agribisnis sapi potong yang meliputi aspek pembibitan, pakan dan reproduksi. Ruang lingkup dari kegiatan konsorsium tersebut adalah 1) menyelesaikan tahap akhir dari suatu penelitian; 2) Scaling up dari hasil penelitian; dan 3) menyelesaikan dari suatu masalah besar dengan melibatkan banyak pihak (stake holder).

Peserta workshop terdiri dari peneliti dari Puslitbangnak, BBalitvet, BPTP NAD dan NTT, Peneliti BPPT, PEMDA Bener Meriah NAD, Tuban, Bojonegoro dan Jawa Barat (Balai Pembibitan Sapi Potong Cijenjing, Ciamis), BPTU sapi Bali, PT berdikari – Sul Sel, Sulung Ranch (Kalteng).

 

Workshop koordinasi sapi potong diawali dengan pembukaan dan arahan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Dr. Darminto), dalam sambutannya disampaikan  bahwa swasembada daging sapi akan tercapai bila import dapat ditekan sampai 10%, bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar dari Australia untuk pemasukan sapi sehingga dalam upaya mencapai swasembada daging sapi banyak kendala yang dihadapi baik internal maupun eksternal, oleh karena itu diperlukan dukungan dari institusi baik itu pemerintah maupun swasta. 

 

Dalam workshop ini disampaikan pemaparan materi yaitu 1) Peningkatan mutu genetik sapi potong untuk mencapai PBBH optimal yang disampaikan oleh Ir. Mariyono, MSi yang juga merupakan kepala Loka penelitian sapi potong Grati; 2) Teknologi pemeliharaan dengan pakan pola LEISA pada sapi lokal dan persilangan oleh peneliti dari LOLIT Grati yaitu Ir. Uum Umiyasih dan 3) Sistem identifikasi sapi potong dengan microchips oleh peneliti dari BPPT Jakarta yaitu Dr. M.M. Sarinanto, yang dipandu oleh Dr. Sri Muharsini (BB Balitvet, Bogor). Ketiga materi tersebut disampaikan karena ada kaitannya dengan kegiatan konsorsium sapi potong yang akan dilaksanakan yang meliputi tiga aspek besar yaitu 1) peningkatan mutu genetik sapi potong ; 2) pakan pola LEISA; 3) teknologi microchips.

 

Setelah penyampaian ketiga materi dilanjutkan dengan diskusi mengenai identifikasi permasalahan sapi potong di calon mitra konsorsium, session diskusi ini dipandu oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Puslitbangnak (Dr. Bess Tiesnamurti). Dalam diskusi dilakukan identifikasi terhadap beberapa permasalahan yang ada di lokasi calon mitra konsorsium, beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah seperti pakan, kematian pedet, calving interval, penyakit, penurunan kualitas pasture, kualitas pejantan, manajemen pemeliharaan pedet, aplikasi kandang kelompok, peningkatan pengetahuan tentang analisis ekonomi sapi potong dan ketersediaan sumber air.

 

Dalam workshop ini juga dilakukan kunjungan lapang ke kandang percobaan LOLIT sapi potong serta dilakukan diskusi selama kunjungan yang dipandu oleh Ir. Didiek Eko Wahyono dan Yenny Nur Anggraeni, S.Pt, MP. Selama kunjungan lapang terjadi diskusi yang menarik diantara peserta workshop dan narasumber sehingga terjadi sharing pengalaman. (sumber: Ir. Sophia Ratnawaty, MSi)

 

DUA PROPOSAL PROGRAM INSENTIF PENELITI DAN PEREKAYASA BPTP-NTT TAHUN 2010, LOLOS SELEKSI KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI

Berita

Dua Proposal Program Insentif Peneliti dan Perekayasa yang diusulkan oleh peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)-NTT, yaitu Dr. Jacob Nulik dan Ir. Charles Y. Bora, M.Si lolos seleksi Kementerian Riset dan Teknologi. Demikian Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi Nomor 053/M/KP/11/2010 Tanggal 09 Februari 2010 yang dilansir oleh Ir. Amirudin Pohan, M.Si selaku Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP-NTT.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, proses seleksi kedua proposal ini sebelum sampai ke Kepmen Ristek terlebih dahulu diseleksi oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BBP2TP) Bogor, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI sebagai atasan langsung BPTP-NTT.

Kedua judul yang lolos seleksi ini mencakup beberapa aspek yaitu; 1). Kajian Manajemen Pemeliharaan Pedet Pra Sapi Kelahiran Kembar (tingkat kematian < 5 %) dan Identifikasi 3 penciri utama Kelahiran Kembar pada Sapi Bali di Pulau Timor oleh Dr. Jacob Nulik, dan 2). Uji Adaptasi Masing-masing 5-6 Galur Unggul Harapan Padi Gogo, Jagung dan Kacang Hijau dengan Karakter Produksi Tinggi (40-50%) diatas Varietas eksisting, Toleran Kekeringan serta Adaptif Agroekosistem di NTT.

Dengan lolosnya kedua proposal ini diharapkan informasi yang berkaitan dengan pemilihan galur unggul harapan baru pada komoditas padi gogo, jagung dan kacang hijau dapat diperoleh. Selain itu, dengan manajemen pemeliharan anak sapi Bali kelahiran kembar yang baik serta dengan diperolehnya informasi tentang penciri utama kelahiran kembar, maka dukungan terhadap Program Strategis Kepmentan tentang Percepatan Swasembada daging Sapi (PSDS) dan Program Pemda NTT menjadi NTT sebagai Propinsi Ternak diharapkan akan terwujud.

Sumber berita : Ir. Amirudin Pohan, M.Si (Kasie KSPP, BPTP-NTT)

   

WORKSHOP KEGIATAN HIBAH BERSAING ATAU COMPETITIVE COLLABORATIVE RESEARH GRANTS (CCRG)

Berita

Workshop tentang penyampaian hasil penelitian yang didanai dari ACIAR SADI melalui kegiatan hibah bersaing atau CCRG (Competitive Collaborative Research Grants) telah dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2010 di Hotel Santika, Bogor yang diikuti oleh empat BPTP penerima dana hibah bersaing yaitu BPTP Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Masing-masing BPTP menghadirkan dua orang anggota yang terdiri dari penanggungjawab kegiatan dan kolaborator.

                Sebanyak 9 hasil penelitian dari empat BPTP dan BBP2TP telah dipresentasikan, masing-masing BPTP menyampaikan dua hasil penelitian/pengkajian kecuali BPTP Sulawesi Tenggara menyampaikan 3 dan BPTP Sulawesi Selatan (1) dan BBP2TP (1) hasil penelitian. Workshop dibuka oleh Bapak Kepala BBP2TP, Dr. Muhrizal Sarwani yang didampingi oleh Dr. Erizal Jamal dan Dr. Rob Caudwell (ACIAR SADI). Bertindak sebagai tim evaluator adalah Prof. Supriadi (Balitro, Bogor) dan Dr. Argono R. Setioko (Balitnak, Ciawi).

                 BPTP NTT dalam workshop tersebut menyampaikan dua hasil penelitian/pengkajian yaitu  tentang introduksi leguminosa herba melalui sistem ley farming untuk perbaikan kualitas pakan ternak sapi bali di dataran tinggi Nusa Tenggara Timur (Ir. Sophia Ratnawaty, MSi sebagai project Leader) dan Kajian embung di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (Ir. Ignas K. Lidjang, MSi sebagai project leader).

Mekanisme jalannya workshop adalah setiap penanggungjawab menyampaikan hasil penelitian selama 30 menit dan dilanjutkan diskusi selama 15 menit yang dipandu langsung oleh tim evaluator, sehingga terjadi diskusi dan tanya jawab yang hangat dan menarik antar sesama peserta workshop. Diskusi yang dipandu oleh tim evaluator dimaksudkan untuk perbaikan hasil pengkajian yang telah dilaksanakan serta menggali informasi tentang kelemahan dan kelebihan dari proses penjaringan proposal untuk dibiayai melalui kompetisi seperti yang telah dilaksanakan oleh ACIAR SADI.

Workshop ditutup oleh Kepala Seksi Kerjasama BBP2TP dimana sebelumnya telah dijaring informasi menyangkut kemungkinan dana hibah bersaing ini akan dilanjutkan pada fase berikutnya. ( Sumber : Ir. Sophia Ratnawati, M.Si)

   

BPTP-NTT tindak lanjut MOU dengan Pemda NTT

Berita

 

Kepala BPTP-NTT, Dr.Ir. Joko Triastono menyampaikan rencana Tindak Lanjut Nota Kesepahaman (MOU) di depan Gubernur NTT.  Pemaparan Kepala BPTP NTT tersebut disampaikan pada acara Audiensi di ruang kerja Gubernur NTT pada tanggal 8 Februari 2010. Hadir pada acara tersebut antara lain : Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan , Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas PU, Kepala Bappeda, Kepala Koperasi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian serta beberapa peneliti/penyuluh dari BPTP-NTT. Program kerja yang ditawarkan sebagai tindak lanjut MOU akan bersinergi dengan program pemda yaitu antara lain; i) program pendampingan SL-PTT(Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu) Padi, SL-PTT Jagung, Percepatan Swasembada Daging Sapi (PSDS), Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) dan Koperasi.

Mendengar paparan Ka BPTP-NTT tersebut, Gubernur NTT menyambut baik dan optimis bahwa Provinsi NTT akan dapat melaksanakan program-programnya untuk menjadikan Provinsi NTT sebagai Provinsi Jagung, dan dapat mengembalikan NTT sebagai gudang ternak serta Propinsi Koperasi yang cikal bakalnya berasal dari Gapoktan PUAP. Lebih lanjut, dalam arahan Gubernur NTT sangat berterima kasih pada Badan Litbang Pertanian dan khususnya BPTP-NTT yang telah memberikan perhatiannya pada Pemda NTT dan sangat mengharapkan agar BPTP-NTT sebagai sumber teknologi dan Dinas-dinas terkait sebagai pengguna teknologi senantiasa bersinergisme dalam pelaksanaan program-programnya demi kemakmuran masyarakat NTT. 

Sebagai langkah selanjutnya, Bapak Gubernur NTT telah menginstruksikan pada Dinas-dinas terkait agar segera menindaklanjuti dalam bentuk kontrak perjanjian kerjasama dengan BPTP-NTT, dalam rangka mewujudkan NTT sebagai provinsi jagung, provinsi ternak sapi dan provinsi koperasi. Selain itu dengan adanya MOU tersebut, Pemda NTT telah melaksanakan pengerukan sebuah embung di lokasi Kebun Percobaan Naibonat pada Tahun 2009 dan melalui Dinas PU akan mengalokasikan sebuah embung baru atau penggalian sumur bor pada tahun 2010. (Sumber : Ir. Amirudin Pohan, M.Si)

   

Penyuluh Pertanian sebagai Profesi

Berita

WACANA yang selama ini beredar bahwa penyuluh pertanian akan menjadi tenaga profesi hampir mendekati kenyataan. Jika sebelumnya program sertifikasi telah berhasil diterapkan pada profesi guru, maka mulai tahun 2010 ini program sertifikasi tersebut juga mulai diterapkan pada penyuluh pertanian. Konon khabarnya, kuota pada tahap awal program sertifikasi ini hanya untuk 3.000 penyuluh pertanian dari 28.900 penyuluh di Indonesia, atau mencakup 10,4%.

Upaya untuk menjadikan penyuluh pertanian sebagai tenaga profesi tersebut juga diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (UU-SP3K). Undang-undang tersebut menyiratkan pentingnya standar kompetensi kerja bagi para penyuluh.

Untuk meningkatkan kompetensi penyuluh diperlukan adanya sistem keprofesian penyuluhan yang meliputi standarisasi, akreditasi dan sertifikasi kompetensi penyuluh (Pasal 21 ayat 3). Berdasarkan sertifikasi, Penyuluh PNS memperoleh kesetaraan persyaratan, jenjang jabatan, tunjangan jabatan fungsional, tunjangan profesi dan usia pensiun (Penjelasan Pasal 22 ayat 1).

Melalui sertifikasi maka penyuluh yang semula tenaga fungsional, nantinya akan menjadi tenaga profesi. Langkah ini sangat penting mengingat besarnya tuntutan terhadap penyuluh pertanian sejalan dengan perubahan paradigma pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian yang berorientasi pada sistem dan usaha agribisnis menuntut konsekuensi lebih besar dari penyuluh untuk memandang adanya saling ketergantungan antar pelaku usaha, baik pada on farm, off farm maupun non farm.

Hal itu menuntut dipenuhinya kebutuhan inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan secara seimbang serta pendampingan yang memadai di tingkat petani.

Untuk mensosialisasikan program sertifikasi tersebut, maka Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI)-DPW Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan seminar pada tanggal 28 Januari 2009 dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Penyuluh Pertanian”.

Tantangan Globalisasi
Secara harfiah, profesi didefinisikan sebagai kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. Beberapa aspek yang terlihat pada seorang berprofesi yaitu : terlatih, memberi jasa kepada umum, menjadi anggota organisasi profesi, dan mempunyai sertifikat profesi.

   

Halaman 1 dari 2

Peta Situs

Download

Pustaka Digital

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday10
mod_vvisit_counterYesterday96
mod_vvisit_counterThis week473
mod_vvisit_counterLast week527
mod_vvisit_counterThis month1465
mod_vvisit_counterLast month2217
mod_vvisit_counterAll days8222

Online (20 minutes ago): 1
Your IP: 38.107.191.107
,
Today: Mar 19, 2010

Kalender Kegiatan